Selasa, 21 Maret 2017

TEKNIK PEMBENIHAN IKAN PATIN (Pangasius sutchi. F)



 Ikan patin (Pangasius sutchi. F) merupakan salah komoditas ikan air tawar pendatang baru, yang di datangkan ke Indonesia pertama kali pada tahun 1969, dan mulai berhasil dikembang biakan pada tahun 1972. Di negara aslinya, patin biasanya berpijah pada bulan maret – mei, sedangkan di Indonesia berpijah  pada musim penghujan antara bulan  oktober sampai april setiap tahunnya. Untuk pengembang biakannya baru bisa dilakukan secara buatan atau cara kawin suntik (induce breeding).
TEKNIK  PEMBENIHAN IKAN PATIN
Dalam budidaya perikanan, pembenihan merupakan suatu kegiatan pemeliharaan ikan yang dilakukan secara terbatas pada segmen produksi benih, yang meliputi pengelolaan induk, pemijahan, penetasan, pemeliharaan larva hingga benih siap didederkan.
Proses pemijahan sampai pemeliharaan larva dilakukan di dalam hatcery, sedangkan pendeder annya  bisa dilakukan dikolam atau bak pendederan
1. Sarana dan Prasarana
a. Bangunan
            Beberapa bangunan yang dibutuhkan dalam usaha pembenihan patin diantaranya, kolam atau bak pemeliharaan induk dan pendederan benih, hetchery yang di lengkapi dengan wadah pemijahan, wadah penetasan dan wadah pemeliharaan larva.
b. Alat-alat
Peralatan yang harus disiapkan untuk menunjang kelancaran produksi antara lain alat induce breeding, blower, pompa air, water heater dan alat-alat perikanan.    
c. Bahan
Bahan-bahan pokok yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan pembenihan yaitu pakan induk, pakan larva, kelenjar hipofisa atau hormon buatan, pupuk,kapur dan obat-obatan.  
2. Pengelolaan Induk
Induk merupakan sarana produksi paling penting dalam usaha pembenihan, sehingga pengelolaan induk merupakan salah satu kegiatan  yang harus diprioritaskan agar diperoleh induk siap pijah yang berkualitas unggul. Pengelolaan induk patin  meliputi pengelolaan kolam, air dan pakan.  Induk patin jantan dan betina dapat dipelihara dalam satu kolam dengan padat tebar 4 kg /m2. Air kolam dengan debit 10-15 liter/menit dapat berasal dari sungai, atau sumber air lainnya Pakan tambahan dengan kadar protein 30-35 %, diberikan 3 kali/hari sebanyak 3% bobot biomas.
a. Pemijahan
Sampai saat ini ikan patin hanya berpijah sekali dalam setahun pada musim penghujan, dan baru bisa dipijahkan dengan cara pemijahan buatan ( induce breeding ) yaitu dengan jalan menyuntikan hormon tertentu kedalam tubuh induk dengan tujuan untuk merangsang terjadinya pemijahan (ovulasi)
b. Seleksi Induk
            Induk patin dapat dipijahkan setelah berumur   2-3 tahun, dengan bobot 2-5 kg/ekor. Ciri – ciri induk betina yang telah matang gonad antara lain, bagian perut membesar kearah lubang genital, alat kelaminnya berwarna kemerahan, dan agak menonjol. Jika bagian perut diraba akan terasa lembek. Sedangkan ciri-ciri induk jantan yang siap dipijahkan adalah bila bagian perut diurut kearah anus akan keluar cairan putih dan kental (sperma).
c. Penyuntikan
            Hormon  untuk penyuntikkan patin dapat meng gunakan kelenjar hypophisa yang diambil dari donor ikan sejenis atau dari jenis ikan lain yang bersifat universal yaitu ikan mas sebanyak 3 dosis, Atau menggunakan hormon buatan seperti ovaprim atau
 chorulon  dengan  dosis 0,5-0,7 ml/kg induk. Penyuntikan dilakukan 2 kali, dengan interval  selama 6-8 jam.
3. Mengeluarkan telur dan pembuahan
Setelah 6-8 jam dari penyuntikan ke dua, induk betina akan menunjukan tanda-tanda akan memijah (ovulasi). Induk betina segera ditangkap kemudian di lakukan pengurutan untuk mengeluarkan telur, dan bersamaan dengan itu induk jantan juga ditangkap untuk diambil spermanya. Selanjutnya, telur dan sperma diaduk menggunakan bulu ayam. Pengadukan dilakukan dengan hati-hati agar telur ikan tidak pecah atau cacat. Pengadukan telur dan sperma harus dilaku kan hingga merata. Setiap kilogram induk betina dapat menghasilkan telur sebanyak 200.000 – 240.000 butir.
4. Penetasan
Telur-telur yang telah dicampur dengan sperma segera ditebarkan merata didasar wadah penetasan yang telah disiapkan sebelumnya. Telur-telur yang dibuahi berwarna kuning kecoklatan dan jernih sedangkan telur yang mati berwarna putih. Telur yang di buahi akan menetas setelah 24-36 jam pada suhu 28-30oC. Daya tetas telur sangat dipengaruhi oleh kualitas telur, dan kualitas air dalam wadah penetasan.
5. Pemeliharaan larva
Larva yang baru menetas masih memiliki kuning telur(egg yolk) sebagai persedian makanan yang akan habis setelah larva berumur 2 hari. Setelah itu larva harus segera diberi pakan karena larva yang lapar akan memangsa temannya sendiri (kanibalisme), Untuk menurunkan sifat tersebut dapat dilakukan dengan cara mengurangi kepadatan dan memberi pakan secukupnya. Kepadatan larva ikan patin pada wadah pemeliharaan sebanyak 50-100 ekor/liter air.  Pakan yang diberikan adalah nauplius artemia yang diberikan 8-10 kali sehari. Sedangkan benih yang telah berumur di atas 6 hari diberi pakan cacing tubifex. Pemeliharaan larva dilakukan selama 1 bulan, atau sampai benih berukuran  rata- rata 1 inci. Hasil yang diperoleh setiap kilogram induk antara 50.000-60.000 ekor benih.
6. Pendederan
Pendederan benih patin merupakan salah satu tahap kegiatan pembenihan untuk mendapatkan benih patin yang siap dibesarkan. Pendederan benih patin biasanya dilakukan dalam bak atau kolam pendedran. Persiapan kolam, pemupukan maupun pemeliharaan benih patin selama di kolam pendederan, sama seperti yang biasa dilakukan untuk pendederan jenis – jenis ikan lain. Lama pemeliharaan benih berkisar antara 18 -21 hari atau sampai  benih mencapai ukuran 2 inci ( 5 cm).

Rabu, 15 Maret 2017

BUDIDAYA IKAN BLACK MOLLY (Poecilia sphenops)



       Mungkin banyak yang tidak menyangka, sekalipun kecil dan seolah tidak berdaya, sesungguhnya Black Molly (Poecilia sphenops) keluarga pocilidae merupakan ikan hias yang cukup menarik. Dengan warna hitamnya yang mengkilap dan bentuk tubuh yang mungil yang memancarkan daya tarik tersendiri yang menjadikan ikan ini sangat cocok untuk sebuah hobi memelihara ikan di akuarium. Bahkan sudah banyak orang yang membudidayakan ikan black molly baik itu karena faktor hobi maupun ekonomi.

    Pemeliharannya di akuarium memang tidak terlalu menyulitkan, akan tetapi sering kali para pecinta Black Molly sering kali merasa kesulitan dalam hal penyerangan penyakit terhadap Black Molly. Sehingga baik dalam pemeliharaan maupun pembenihan ikan ini selalu dihadapkan pada kematian.


Klasifikasi

Klasifikasi ikan black molly secara lengkap adalah sebagai berikut :

v Phyllum : Chordata

v Class : Ostheichthyes

v Ordo : Cyprinodontoidei

v Family : Poecilidae

v Genus : Poecilia

v Species : Poecilia sphenops


Morfologi

    Bentuk tubuh black molly menyerupai ikan guppy karena masih satu keluarga yaitu Poecilidae. Panjang tubuhnya sekitar 5 – 7 cm. Tubuh black molly seluruhnya berwarna hitam mengkilap dari kepala hingga sirip ekor. Sirip ekor berbentuk sabit dan sirip punggung menjuntai ke belakang hingga mencapai pangkal ekor.

    Black Molly merupakan ikan hias yang berasal dari luar Indonesia. Ikan ini berasal dari aliran Sungai Amazon, Brasil dan sungai-sungai Amerika Selatan. Ikan ini hidup disela-sela akar tanaman air. dan menetaskan telurnya di sela-sela akar tersebut pula.


Pemijahan

    Ikan black molly dapat dipijahkan di dalam akuarium. Akuarium yang digunakan berukuran 70x43x30 cm dengan jumlah induk 10 induk betina dan 5 ekor induk jantan. Dengan ukuran sekitar 4-6 cm dan umur 3 bulan. Sediakan pula tanaman air sebagai media untuk bersembunyinya anak-anak ikan black molly.

     Satu minggu kemudian setelah kedua induk ditebar, anak-anak ikan black molly akan bermunculan dari sela-sela akar tanaman air. Anak-anak ikan black molly ini diberikan pakan berupa kutu air kemudian meningkat sejalan dengan pertumbuhan benih, dengan cacing sutera.


Pemeliharaan Di Akuarium

- Persiapan Akuarium

Akuarium yang cocok untuk pemeliharaan ikan Black molly yaitu ukuran 50x30x30 cm yang telah dilengkapi filter.

Akuarium dibersihkan kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama beberapa jam hingga benar-benar kering. Kemudian kita isi air sekitar 40 liter.

- Persiapan Peralatan

Alat-alat yang perlu disiapkan terlebih dahulu yaitu :

- Filter dan aerator

- Batu aerasi

- Batu Zeolit

- Hiasan-hiasan lainnya.

Peralatan tersebut dicuci terlebih dahulu kemudian keringkan. Setelah benar-benar bersih dan kering lalu masukan ke dalam akuarium yang telah diisi air.



Pemeliharaan

Dalam memelihara ikan black molly di akuarium diberikan cacing sutera. Selain tidak cepat kotor, juga dapat membuat warna hitamnya mengkilat dan membantu pertumbuhannya. Pemberian pakan diberikan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.

Penyiponan dilakukan setiap 2-3 hari sekali, hal ini untuk menjaga kebersihan air dan akuariumnya. Untuk pembersihan filter dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.

Dalam penggantian air diusahakan kondisi air seperti suhu dan pH antara air yang lama dengan yang baru tidak terlalu jauh berbeda. Apabila kisaran perbedaan terlalu besar dikhawatirkan ikan akan mengalami stres dan kemudian mudah terserang penyakit. Suhu yang cocok untuk ikan black molly yaitu berkisar antara 24-26 oC.


Daftar Pustaka

Braemer, Helga and Ines Scheurmann. 1983. Tropical Fish. Borron’s : New York.

Daelami D., 2002. Agar Ikan Sehat. Peneebar Swadaya, Jakarta.

Harmanto N. 2004. Menggempur Penyakit Hewan Kesayangan dengan Mahkota Dewa. Penebar Swadaya, Jakarta.


Kasmawijaya A. dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Black Molly Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.

Senin, 13 Maret 2017

BUDIDAYA IKAN BLACK GHOST (Apteronotus albifrons)



          Jenis ikan hias yang mencuat ke permukaan merupakan ikan hias yang mempunyai nilai ekspor tinggi. Salah satunya adalah black ghost. Dengan banyaknya permintaan, jenis ikan hias ini banyak diburu orang. Tak mengherankan jika banyak muncul pembudidaya ikan yang berusaha memelihara dan kemudian menjualnya.

      Dengan banyaknya pembudidaya yang memelihara black ghost maka diperlukan informasi tentang ikan hias ini. Dalam budidaya ikan, serangan penyakit merupakan masalah dan aspek yang sangat penting. Artinya penanggulangan penyakit dan hama juga harus menjadi pengetahuan bagi pembudidaya yang ingin membudidayakan ikan hias ini. Sebab serangan penyakit dapat mengakibatkan kerugian ekonomis.

         Agar para pembudidaya ikan hias ini mampu mencegah serta mengatasi serangan penyakit yang terjadi pada ikan peliharaanya, maka perlu dibekali pengetahuan mengenai jenis penyakit dan teknik penanggulangannya.

KLASIFIKASI

Dalam tata nama internasional, black ghost mempunyai sistematika sebagai berikut:

Kerajaan : Pisces

Filum : Chordata

Subfilum : Vertebrata

Superkelas : Agnatha ( jawless fishes )

Kelas : Osteichtyes (bony/teleost fishes)

Subkelas : Actinopterygii

Superordo : Teleostei

Ordo : Cypriniformes (carp)

Subordo : Gymnotoidei (electric eels)

Famili : Apteronotidae

Genus : Apteronotus

Spesies : Apteronotus albifron

Sumber : Bernhard Grzimek, 1973

CIRI-CIRI MORFOLOGI

      Dari sistematika di atas, terlihat bahwa black ghost termasuk ikan bertulang belakang, mempunyai rahang, dan berduri banyak. Kelompok subordo Gymnotoidei dicirikan dengan tubuh yang licin, memanjang, dan berbentuk seperti belut.

          Sekujur tubuh ikan black ghost berwarna hitam kelam. Sirip dada dan sirip perut menyatu. Sirip yang menyatu ini memanjang dari dada sampai ke pangkal ekor. Pada saat berenang atau ada aliran air, sirip ini berkibar-kibar sehingga menimbulkan daya tarik tersendiri. Sirip ekor mengeras seperti lidi dan terdapat lingkaran berwarna putih dengan jumlah kadang-kadang 1, 2, atau 3 pada bagian ekor.

         Bentuk tubuhnya tampak seperti lembaran daun pisang. Ikan ini senang dengan tempat yang agak gelap atau remang-remang dan akan bersembunyi apabila ada lubang, terutama pada siang hari. Garis pungung pada jantan sedikit pendek dari betina. Selain itu, sirip ekor pada betina lebih sempit dari jantan.

HABITAT

Black ghost mempunyai sifat yang tenang, baik dan tidak suka mengganggu ikan yang lain. Aktivitas ikan ini lebih banyak dilakukan di malam hari (nokturnal) sehingga pada siang hari ikan ini lebih suka bersembunyi di bebatuan, daun-daunan, akar tanaman, atau benda lainnya di dasar sungai.

PENYEBARAN

Black ghost (Apteronotus albifrons) berasal dari daerah Brazil, Amerika Selatan dan bersifat karnivora. Habitat aslinya memiliki suhu 25-280 C; pH 6,5-7,0 ; dan kekerasan 6-100 dH.

Black ghost yang berasal dari Brazil ini akan berkembang dengan baik pada suhu air sekitar 260 C. Suhu perairan di Indonesia berkisar antara 26-270C sehingga ikan ini dapat berkembang biak pada umumnya di negeri ini.

PEMBENIHAN

    Black ghost berkembangbiak dengan cara bertelur. Telur-telur dikeluarkan dan kemudian diletakkan di suatu benda, misalnya batu dan akar tanaman. Ikan betina akan mengeluarkan telur terlebih dahulu kemudian disusul ikan jantan mengeluarkan sperma. Setelah itu telur akan menetas dalam waktu 3-4 hari. Kita harus waspada pada tahap ikan telah mencapai ukuran 1-3 inchi. Karena pada tahap ini penyakit white spot rentan menyerang.

         Pada umumnya, pembudidaya memberi garam untuk ikan yang sakit. Namun, untuk benih yang berukuran kurang dari 2 inchi tidak disarankan untuk menggunakan pengobatan dengan cara memberi garam karena black ghost tidak memiliki sisik.

PEMBESARAN

        Pada pembesaran jarang ditemukan penyakit. Tetapi jika terjadi stress pada ikan, maka diberikan metil biru 1% agar benih tetap sehat karena metil biru mengandung antibiotik.

Daftar Pustaka


Bachtiar, Yusuf dan Tim Lentera. 2004. Budi Daya Ikan Hias Air Tawar untuk Ekspor. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Dalimartha, Setiawan. 2004. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Puspa Swara. Jakarta.

http://blackghostdiscus.files.wordpress.com/2009/12/black-ghost-knife-fish1.jpg&imgrefurl=

http://sofyanblackghostdiscus.wordpress.com/2012/03/04/4/&h=260&w=390&sz=35&tbnid=TYXOkPmCgoz5GM:&tbnh=90&tbnw=135&zoom=1&usg=__daOgW6IHisnI2V2GLVBMKeF13s8=&docid=GC9LPQCuNmtk1M&hl=id&sa=X&ei=OVh8UcbWC8qUrgf48YC4DA&sqi=2&ved=0CDEQ9QEwAQ&dur=422

Indriani, YH dan Amin Mahmud. 2001. Ikan Hias Air Tawar Black Ghost.Penebar Swadaya. Jakarta.

Irawan, Agus. 2004. Menanggulangi Hama dan Penyakit Ikan. C.V. Aneka. Solo.

Lesmana, DS. 2003. Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Ikan Hias. Penebar Swadaya. Jakarta.

Lesmana, DS dan Iwan D. 2001. Budi Daya Ikan Hias Air Tawar Populer. Penebar Swadaya. Jakarta.

Mardiyah A dan Syafei L.S, 2005. Buku Seri Kesehatan Ikan “Ikan Black Ghost Sehat Produksi Meningkat”. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Jurusan Penyuluhan Perikanan, Bogor.

Kamis, 09 Maret 2017

TEKNIK PEMBENIHAN LELE DUMBO (Clarias garipienus)


         Lele dumbo ( Clarias garipienus ) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang cukup pesat perkembangannya dimasyarakat karena beberapa keunggulan nya dibanding lele lokal, seperti pertumbuhan nya yang cepat, dapat mencapai ukuran besar, dan cukup mudah dalam pemeliharaan maupun pengembang biakannya, 

A. Pemeliharaan Induk
       Untuk menghasilkan benih berkuantitas dan berkualitas baik, maka induk yang  digunakan nya pun harus berkualitas unggul. Banyak cara untuk mendapatkan induk berkualitas unggul, salah satu nya dengan cara seleksi. Calon induk hasil seleksi yang telah terpilih dapat dipelihara dalam kolam tanah atau kolam tembok berukuran 10-20 m2 yang airnya mengalir dengan kepadatan 5 kg/m2. Pakan tambahan diberikan berupa pellet dengan kandungan protein 30 %, diberikan 2 kali/hari sebanyak 3 % bobot biomas. Lele dumbo mulai bertelur pada umur 1 tahun dengan bobot 0,8-1 kg. Pemijahan lele dumbo dapat dilakukan dengan cara alami atau dengan cara pemijahan buatan ( induce breeding).

B. Pemijahan

a. Pemijahan alami
          Pemijahan lele dumbo secara alami dapat dilakukan dalam bak semen atau bak kayu yang dilapisi plastik berukuran 2x1x1 meter, dilengkapi kakaban sebagai substrat untuk penempel telur dan penutup bak dari kayu, seng atau kawat kasa agar lele tidak meloncat keluar. Bak yang sebelum nya telah dikeringkan, diisi air setinggi 30-40 cm dan kakaban dipasang didasar bak. Induk yang akan dipijahkan harus matang telur maupun sperma, ukuran jantan dan betinanya sama, dan dalam satu bak pemijahan hanya diisi satu pasang induk. Waktu terbaik untuk memasukan induk yang akan dipijahkan adalah sore hari, karena lele dumbo biasanya berpijah pada malam hari sampai menjelang subuh. Setelah induk selesai memijah segera angkat dan kembalikan kekolam induk, sementara telur-telurnya dibiarkan dalam bak sampai menetas. Telur lele dumbo akan menetas setelah 2 hari pada suhu    25 -28oC, dan mulai diberi pakan pada hari ke 3 setelah menetas.

b. Pemijahan buatan
          Pemijahan buatan atau lebih populer dengan istilah kawin suntik, pada prinsipnya adalah suatu rekayasa pemijahan ikan dengan jalan menyuntikan hormon tertentu kedalam tubuh ikan yang akan dipijahkan untuk merangsang terjadinya ovulasi, Hormon yang digunakan untuk penyuntikan biasanya menggunakan kelenjar hypophisa ikan sejenis atau ikan mas yang bersifat universal, dan atau menggunakan hormon buatan seperti HCG, LHRH atau ovaprim yang sudah banyak dijual dipasaran. Dalam prosesnya, pemijahan buatan pada lele dumbo dapat dilakukan melalui pembuahan alami dan pembuahan.

1.  Pembuahan alami (Induce spawning)
          Induk lele dumbo yang akan dipijahkan harus dipilih induk yang telah matang telur dan matang sperma. Induk betina yang telah matang telur ditandai dengan perut gendut dan membengkak kearah kelamin, bila dipijit pada bagian kelamin akan keluar beberapa butir telur berwarna kuning atau hijau muda, dan alat kelamin berwarna kemerahan. Sedangkan induk jantan yang telah matang kelamin, bisa dicirikan dari badan nya yang ramping, alat kelamin menonjol dan berwarna kemerahan.
Induk lele yang telah dipilih selanjutnya disuntik menggunakan suspensi kelenjar hypophisa dengan dosis    0,5-1, atau menggunakan ovaprim dengan dosis 0,2-0,5 ml/kg induk. Setelah itu induk dilepas bersama induk jantan ke dalam bak yang telah disiapkan seperti persiapan untuk pemijahan alami. Pemijahan biasanya biasanya berlangsung  10-12 jam dari penyuntikan, Penangan induk dan telur setelah memijah sama seperti  pada pemijahan alami.

2.  Pembuahan buatan (induce breeding)
        
  Bila kita tidak menghendaki atau induk tidak mau memijah secara alami, maka setelah 10-12 jam dari penyuntikan dan induk sudah terlihat mau memijah yang biasanya dicirikan  dengan perut semakin membesar, bila dipegang bagian perutnya akan keluar telur, serta lubang genital terlihat menonjol dan kemerah-merahan maka pembuahan nya bisa dilakukan secara buatan. Tahapan pekerjaan dalam melakukan pembuahan buatan, dimulai dengan menyiapkan sperma dari induk jantan, yaitu dengan cara membedah perut lele jantan untuk diambil spermanya, kemudian diencerkan dalam sodium clorida (NaCl) 0,9 % sebanyak 50-100cc. Selanjutnya induk betina ditangkap dan diovulasikan telurnya kedalam baskom kecil dengan cara diurut (striping), bersamaan dengan itu masukan sperma yang telah disiapkan, kemudian diaduk dengan bulu ayam. Bila sudah teraduk merata, maka segera telur ditebarkan merata dalam hapa trylin ukuran 2x1x0,5 meter yang telah dipasang sebelumnya di dalam bak penetasan.

3.  Penetasan telur
        
  Agar kualitas air dalam bak yang digunakan untuk penetasan telur tetap terjaga, maka sebaiknya dilengkapi dengan airasi dan diusahakan air tetap mengalir dengan debit 1ltr/menit. Pada suhu 25-28oC telur akan menetas setelah 36-48 jam sejak pemijahan.

4.  Pemeliharaan larva
         
Larva lele yang baru menetas masih mempunyai persediaan makanan dalam bentuk kuning telur(yolk salc) sehingga tidak perlu diberi pakan sampai umur 4 hari. Mulai hari ke 5, larva diberi pakan cacing tubifek yang telah di cincang halus atau daphnia sampai larva siap ditebar kekolam atau bak pendederan.

5.  Pendederan
          Persiapan kolam pendederan untuk lele dumbo sama halnya seperti persiapan kolam pendederan untuk jenis ikan budidaya lainnya, Benih yang akan ditebar sebaiknya sudah kuat dan lincah serta sudah terbiasa memakan makanan tambahan. Padat tebar bisa bervariasi, dan tergantung  pada kesuburan kolam, yang penting tidak melebihi ambang daya dukung kolam (carryingcapacity). Pakan tambahan yang diberikan adalah pelllet yang telah digiling halus sebanyak 10-15 %, diberikan 3 kali perhari. Lama pemeliharaan di kolam penderan I selama 21 hari, atau setelah benih mencapai ukuran 2-3 cm. Produksi benih yang dihasilkan perkilogram induk bisa mencapai 40.000 – 60.000 ekor ukuran 2-3 cm.

  MENGENAL IKAN SCORPION Mengingat permintaan ikan hias dari tahun ketahun terus meningkat, maka Ikan  Skorpion Volitan (Pterois ...